Review Film Akhir Pekan '1987: When the Day Comes' - Bandungku
Connect with us

FILM

Review Film Akhir Pekan ‘1987: When the Day Comes’

mm

Published

on

Tidak terasa libur akhir pekan sudah tiba, buat warga Bandung yang pengen nonton film untuk menghabiskan libur akhir pekan jangan bingung. Bandungku.id akan memberikan review film 1987: When the Day Comes.

Film layar lebar ini berasa dari negara Korea ini dibuat berdasarkan kisah nyata. Film ini juga disebut dengan nama 1987 secara sukses menduduki posisi puncak box office Korea. Selain itu ‘1987’ ini berhasil mengakhiri masa kejayaan film fantasi ‘Along With the Gods: The Two Worlds’ yang telah bertahan selama tiga pekan.

Film 1987: When the Day Comes yang membongkar kematian aktivis

Dalam film 1987: When the Day Comes ini menampilkan peristiwa di Korea Selatan pada tahun 1987 yang melibatkan protes secara besar-besaran di seluruh negeri dengan melawan rezim militer demi tersciptanya demokrasi. Film ini dengan berani menampilkan dengan yakin, berani, kejam dan juga patriotik.

Kisah 1987 ini fokus menyorot kematian aktivis mahasiswa yang membela demokrasi bernama Park Jong Chul. Ia meninggal dalam sesi interogasi anti-komunis dari kepolisian.

Pada babak awal film kalian akan dibawa bertanya-tanya tentang kematian mahasiswa yang membuat pemerintah Korea menutupinya. Namun di film ini misteri akan diungkapkan.

Baca Juga: Bingung Akhir Pekan Kemana ? Yuk Lihat Info Event Bandung Minggu Ini

Dimulai dari pemerintah, kepolisian, kejaksaan, wartawan dan media massa, penjara, gereja, demo mahasiswa bentrok dan terjadi kerusuhan sehingga rakyat biasa ditampilkan untuk kisah 1987 yang utuh.

Kejadian 1987 dibuat mirip sedemikian mungkin dengan peristiwa aslinya. Dengan ditampilkannya beberapa dokumentasi berupa foto dan video dari peristiwa asli yang diperlihatkan pada kredit di akhir penanyangan film.

1987: When the Day Comes

Adegan drama dan sisi humanis pun ditampilkan dalam cerita film 1987: When the Day Comes. Tidak segan dalam film itu menampilkan kekerasan dan penyiksaan sadis. Sehingga film ini dapat dijadikan patokan film drama sejarah bangsa Korea Selatan yang bercerita secara jujur dan berani.

Akting yang apik dari bintang papan atas Korea turut meramaikan film ini seperti Kim Yoon Seok, Ha Jung Woo, Yu Hae Jin, dan Lee Hee Joon semakin memperkuat 1987. Ditambah pula lakon para figuran yang penuh totalitas.

0 Pelanggan (0 votes)
Kebersihan0
Kenyamanan0
Interior0
Menu0
Harga0
Apa yang orang katakan... Berikan Penilaianmu
Sort by:

Be the first to leave a review.

User Avatar
Verified
{{{ review.rating_title }}}
{{{review.rating_comment | nl2br}}}

Show more
{{ pageNumber+1 }}
Berikan Penilaianmu

Your browser does not support images upload. Please choose a modern one

FILM

Review Film Black Panther yang Cocok Untuk Ditonton

mm

Published

on

By

Untuk warga Bandung yang bingung ingin menyaksikan film apa untuk menghabiskan akhir pekan jangan khawatir. Bandungku akan memberikan review film Black Panther yang baru saja tayang di Indonesia dan sayang banget untuk dilewatkan.

Bagi kalian yang menjadi penggemar film Marvel jangan lewatkan film yang satu ini. Film Black Panther dapat dikatakan sebagai perpaduan cantik antara kemajuan teknologi serta kearifan lokal khas kebudayaan Afrika.

Baca Juga : Review Film Akhir Pekan ‘1987: When the Day Comes’

Film ini dibintangi oleh banyak aktor dan aktris yang berkulit hitam dengan menangkat kebudayaan Afrika. Black Panther menceritakan tentang sebuah negeri tersembunyi bernama Wakanda berlokasi di salah satu benua Afrika.

Wakanda Negeri Black Panther yang Kaya Raya

film black panther

Namun Wakanda bukan hanya sekedar kerajaan. Negeri Wakanda memiliki sumber kekayaan alam yang melimpah. Seperti di dalam komiknya, Wakanda memiliki tanah yang mengandung banyak mineral langka dan sekaligus terkuat di bumi. Sehingga banyak orang yang ingin memiliki logam ini, karena setiap gram dari logam tersebut sanggup untuk membiayai seseorang semasa hidupnya.

Selain mengandung logam yag langka, vibranium juga sangat dibutuhkan untuk negara yang meninginkn kekuatan militer absolut. Jika menerima tekanan dari kekuatannya maka kemampuannya akan terus meningkat dan menjadi primadona diantara Winter Soldier, Captain America, dll.

Fokus cerita dalam film Black Panther sendiri mengenai T’Challa. Ia merupakan seorang putra mahkita kerajaan Wakanda yang ditinggal mati oleh ayahnya karena tewas dalam serangan yang dipimpin oleh Baron Zemo.

T’Challa harus kembali ke kampung halamannya untuk dinobatkan sebagai raja sesuai dengan hukum adat yang berlaku di Wakanda.

Namun ternyata tidak semudah yang ia bayangkan. Ia harus menghadapi kenyataan bahwa ada beberapa orang jahat yang ingin mengambil tahta tersebut.

Apakah T’Challa mampu mengatasinya? Buat yang penasaran langsung aja nonton di bioskop-bioskop kesayangan warga Bandung.

0 Pelanggan (0 votes)
Kebersihan0
Kenyamanan0
Interior0
Menu0
Harga0
Apa yang orang katakan... Berikan Penilaianmu
Sort by:

Be the first to leave a review.

User Avatar
Verified
{{{ review.rating_title }}}
{{{review.rating_comment | nl2br}}}

Show more
{{ pageNumber+1 }}
Berikan Penilaianmu

Your browser does not support images upload. Please choose a modern one

Continue Reading

DUNIA HIBURAN

Tak Masuk Oscar 2018, Begini Tanggapan ‘Wonder Woman’

mm

Published

on

Wonder Woman tak masuk Oscar 2018

Film Wonder Woman yang dirilis pada 2017 silam dinilai sebagai salah satu film yang sukses. Tak lama dirilis, film yang dibintangi oleh Gal Gadot itu berhasil masuk jajaran film Box Office Hollywood. Tak heran, banyak yang berpendapat bahwa film ini bakal masuk nominasi Oscar 2018.

Dua minggu setelah dirilis, dilansir Liputan6.com, ‘Wonder Woman’ berhasil meraih pendapatan US$ 250 juta. Sementara itu, ‘The Mummy’ yang diperankan Tom Cruise belum bisa balik modal. Padahal, biaya produksi mencapai US$ 125 juta, sebuah angka yang fantastis.

Tak Masuk Oscar 2018

Namun, rupanya ‘Wonder Woman’ tak berhasil masuk daftar  nominasi penghargaan terbesar di dunia perfilman, Academy Awards 2018. Acara itu sedianya akan dihelat pada 4 Maret 2018 di Dolby Theater di Los Angeles, Amerika Serikat.

Namun, Gal Gadot sama sekali tak merasa kecewa. Ia menyebut akan tetap memeriahkan acara Oscar 2018 dengan menjadi tamu dan penonton di sana, dilansir Liputan6.com dari E, Senin (29/1/2018).

Tetap Senang

Banyak dari para penggemar ‘Wonder Woman’ kecewa mendengar jagoannya tak masuk nominasi Oscar 2018. Hal itu membuat Gal Gadot senang mendengar dukungan dari penggemar.

“Aku sangat tersentuh mendengar banyak yang kecewa karena ‘Wonder Woman’ gagal muncul di Oscar 2018. Itu berarti dukungan dari mereka sangat banyak,” sebut Gal Gadot.

Baca Juga: Ini 10 Film Terlaris Tahun 2017

Wonder Woman Memang untuk Fans

“Aku rasa awal pembuatan ‘Wonder Woman’ bukan hanya untuk tampil di Oscar 2018 saja, tapi menghibur penggemar. Kami bersyukur film ini diterima dengan sangat baik,” ungkap Gal Gadot.

Gal Gadot tak berputus asa. Ia justru merasa film Wonder Woman selanjutnya kemungkinan besar akan bisa tampil di Oscar mendatang.

Bersyukur Bisa Jadi Wonder Woman

Dalam sebuah wawancara dengan majalah People, Gal Gadot menyebutkan dirinya tidak menyangka bisa memerankan karakter superhero tersebut.

Artis berdarah Israel itu sangat berterima kasih kepada Beyonce. Menurut Gal Gadot, Beyonce yang membantunya menerima peran sebagai ‘Wonder Women’ saat ia tidak yakin dengan aktingnya.

“Saat terpilih, aku justru bingung. Aku langsung menghubungi Beyonce dan meminta pendapatnya. Beyonce mengatakan aku harus menerimanya. Aku bisa berakting sebagai ‘Wonder Woman’,” tambahnya.

Baca Juga: Trailer Justice League, Sosok Jahat Sebarkan Teror Mencekam

Continue Reading

FILM

Film Bioskop Minggu Ini : Insidious The Last Key

mm

Published

on

By

Film Bioskop Minggu Ini : Insidious The Last Key

Para penggemar horor di Indonesia akan disuguhkan film Insidious The Last Key yang siap membuat anda ketakutan. Film bioskop minggu ini tersebut telah rilis di Indonesia Rabu (10/01/2018) kemarin.

Insidious The Last Key merupakan film keempat dari seri tersebut. Namun, film ini bukanlah lanjutan dari seri ketiga film Insidious, melainkan prekuelnya. Film garapan Adam Robitel ini diproduksi oleh Blumhouse Productions.

Film ini menceritakan tentang Elise, sang paranormal di film sebelumnya. Kilas balik kisah Elise pun diceritakan di sini. Lin Shaye yang memerankan Elise, tahu betapa jarangnya memiliki peran seperti ini pada usia 74, dan dia menghayati perannya ke dalam setiap adegan.

“Sebagai aktris, saya biasanya datang dengan backstory saya sendiri biasanya. Bahkan jika penonton tidak pernah melihat apa itu, itu juga semacam menginformasikan kehadiran karakter di seluruh film. Ide saya tentang dia [Elise] sebenarnya sangat berbeda. Aku selalu melihatnya sebagai seorang anak,” papar Shaye, seperti dilansir Tirto dari Collider.

Shaye menilai cerita Insidious The Last Key fantastis dan menyentuh banyak hal yang sangat penting sebagai film thriller dan horor yang menarik sekaligus. “Menurut saya film ini khususnya memiliki aspek yang akan membuat orang memikirkan hubungan mereka sendiri antara ibu, ayah, dan anak,” jelasnya lagi.

Baca Juga: Review Film Akhir Pekan : Si Juki The Movie

Sinopsis Film Bioskop Minggu Ini : Insidious The Last Key

Mengambil setting waktu tahun 2010, film ini menceritakan tentang kilas balik tokoh utama Elise Rainier (Lin Shaye), seorang paranormal yang bisa berkomunikasi dengan makhluk gaib. Seperti dilansir Tribunnews.com dari Variety, cerita dimulai dengan prolog tahun 1950-an yang menggambarkan kehidupan Elise yang tak menyenangkan di masa lalu.

Elise mendapati dirinya terperangkap di ruang bawah tanah rumah. Suara seorang anak kecil menuntunnya untuk membuka satu pintu merah yang begitu misterius. Kembali ke masa sekarang, Elise yang mempunyai kemampuan ‘beda’ dari orang lain itu mendapatkan tawaran dari seorang klien untuk menelisik fenomena aneh di sebuah rumah.

Tidak disangka, rumah klien tersebut adalah rumah masa kecil Elise. Sempat menolak, Elise akhirnya bersedia menerima permintaan untuk mendatangi rumah yang berada di kota kecil di New Mexico itu.

Elise sempat kembali ke kota dan bertemu dengan saudaranya (Bruce Davison) dan putrinya (Caitlin Gerard, Spencer Locke). Mereka kemudian bersama-sama ke rumah angker itu.

Secara tidak langsung, Elise harus menyelesaikan dua konflik sekaligus. Ia harus membereskan setiap gangguan hantu di rumah masa kecilnya itu di tengah bayang-bayang trauma masa lalu.

Sosok Elise dalam film ini menjadi jembatan para penonton terhadap cerita-cerita Insidious seri lainnya. Kisah asal usul Elise pun akan melahirkan ketegangan-ketegangan tersendiri bagi para penontonnya.

Beberapa karakter hantu baru akan muncul dalam film ini, satu di antaranya adalah Key Face yang jadi tokoh antagonis utama.

Itulah film bioskop minggu ini, Insidious The Last Key. Bagaimana, tertarik bukan? Yuk buruan datang ke bioskop-bioskop di Bandung kesayangan anda.

Baca Juga: Setelah Sekian Lama, Akhirnya Trailer Dilan 1990 Dirilis!

0 Pelanggan (0 votes)
Kebersihan0
Kenyamanan0
Interior0
Menu0
Harga0
Apa yang orang katakan... Berikan Penilaianmu
Sort by:

Be the first to leave a review.

User Avatar
Verified
{{{ review.rating_title }}}
{{{review.rating_comment | nl2br}}}

Show more
{{ pageNumber+1 }}
Berikan Penilaianmu

Your browser does not support images upload. Please choose a modern one

Continue Reading

Trending