Mirip Anjing Laut, Patung Maung Bandung Dicopot - Bandungku
Connect with us

CITY NEWS

Mirip Anjing Laut, Patung Maung Bandung Dicopot

mm

Published

on

Beberapa pekan yang lalu kota Bandung dihebohkan dengan kemunculan patung maung bandung berwarna putih yang berada di sejumlah titik jalan di Bandung. Pembangunan yang dilakukan oleh Pemkot Bandung ini untuk menandai kota lama yang berada di wilayahnya sebagai titik awal menuju penataan kawasan cagar budaya.

patung maung bandung

Wali kota Bandung Ridwan Kamil menginginkan untuk dibuat patung maung. Namun sangat disayangkan karena patung maung tersebut tidak terlihat seperti maung melainkan seperti anjing laut. Dengan adanya patung tersebut warga Bandung pun ramai memberikan komentar di linimasa media sosial.

Hari selasa tanggal 9 Januari 2018 ini kondisi tugu yang terletak di pertigaan Jalan Katamso- Jalan Supratman, Kota Bandung dicopot karena dianggap lebih mirip anjing laut.

Baca Juga: Ternyata Ini Sejarah Lapangan Gasibu Bandung

CITY NEWS

Jangan Lewatkan Event Bandung Minggu Ini

mm

Published

on

Tidak terasa sebentar lagi libur akhir pekan akan tiba. Untuk warga Bandung yang bingung akan menghabiskan akhir pekan kemana jangan khawatir karena bandungku.id akan selalu memberikan info event Bandung minggu ini supaya akhir pekan kalian menyenangkan.

Info event Bandung minggu ini

1. Piala Presiden 2018

event bandung minggu ini

Untuk bobotoh Bandung yang rindu dengan aksi Persib jangan khawatir karena muali tanggal 16 Januari aka nada Piala Presiden 2018. Pada hari minggu tanggal 21 Januari 2018 akan ada pertandingan Persib dan Sriwijaya FC.

2. Wood Working Fest Bandung 2018

Salah satu event Bandung ini untuk kalian yang butuh referensi untuk dekorasi rumah jangan lewatkan pameran yang satu ini. Karena selain dapat melihat furniture kayu yang unik dan dapat bagaimana cara membuatnya. Langsung aja datang di Spasial pada tanggal 19-21 Januari 2018.

3. Pameran Pernikahan Tradisional 2018

event bandung minggu ini

Buat warga Bandung yang sedang mempersiapkan pernikahan wajib banget nih datang kesini. Karena disini akan banyak vendor pernikahan. Acara ini akan dilaksanakan di Pusdai tanggal 19-21 Januari 2018.

4. Explore Javastraat

event bandung minggu ini

Jika memang warga Bandung yang baik tentunya harus tau sejarah kota Bandung. Historical Trips mengadakan acara Explore Javastraat. Kalian akan diajak berjalan-jalan mengelilingi kota Bandung di tanggal 20 Januari 2018 dengan titik kumpul di Katedral St.Petrus Jl.Merdeka.

5. Industrial Engineering Festival 3 X Adiwiyata Festival 2018

event bandung minggu ini

Teknik Industri Unjani akan menyelenggarakan acara Industrial Engineering Festival 2018. Disini akan ada lomba karya tulis ilmiah, lomba fashion show daur ulang. Lomba film lingkungan, audisi band, lomba perkusi , dll.

Baca Juga: Sejarah Taman Vanda, Dari Gereja Hingga Bioskop

Continue Reading

CITY NEWS

Hebat! Pesawat Buatan Bandung Bakal Dijual Turki

mm

Published

on

Pesawat Buatan Bandung

Hari ini, Senin (15/01/2018), Turkish Aerospace Industries, Inc. (TAI) mengunjungi PT Dirgantara Indonesia untuk melakukan pembahasan Perjanjian Kerangka Kerja. Salah satunya, dalam perjanjian tersebut tertera kerjasama pemasaran dan perluasan produksi pesawat buatan Bandung.

Pesawat buatan Bandung yang dimaksud, seperti dikutip detik.com, adalah jenis N219. Selain melakukan itu, kedatangan TAI juga untuk meninjau secara langsung fasilitas produksi di hangar Fixed Wing dan Rotary Wing PTDI.

Rombongan TAI yang terdiri dari President dan CEO TAI, Temel Kotil, PhD., beserta rombongan diterima oleh Direktur Utama PTDI, Elfien Goentoro beserta jajaran Direksi dan manajemen PTDI.

Kerjasama keduanya tertera dalam perjanjian kerangka kerja yang ditandatangani pada 6 Juli 2017 di Ankara, Turki, seperti dilansir detik.com. sebelumnya, PTDI juga pernah bekerjasama dengan Negara Turki pada 2003.

Perjanjian kerangka kerja tersebut berisi kesepakatan kedua belah pihak untuk menggabungkan upaya pada domain kedirgantaraan untuk mendukung pengembangan kerjasama kedua negara dalam industri kedirgantaraan.

TAI akan berpartisipasi dalam kegiatan perancangan konseptual dari Proyek Pengembangan Pesawat Terbang dan UAV di Indonesia yang dilakukan oleh PTDI. Pembahasan perjanjian framework agreement ini dilakukan untuk menjabarkan kerjasama strategis antara para pihak dalam program kedirgantaraan.

Baca Juga: Alun-Alun Cicendo, Sentuhan Besi, dan Representasi Jawa Barat

Lingkup Kolaborasi

Adapun ruang lingkup kolaborasi tersebut yang pertama adalah tentang pemasaran dan perluasan produksi pesawat N219 mengenai rencana program yang akan ditetapkan setelah penerbangan sertifikasi pesawat N219 mencapai 100 jam terbang. Serta tentang perjanjian industri dan komersial yang akan ditetapkan 2 (dua) bulan setelah Type Certificate N219 dari DGCA Indonesia diberikan, kemungkinan pada akhir tahun 2018.

Kedua, yaitu pengembangan bersama dan produksi pesawat N245 mengenai rencana program atau rekayasa dan pengembangan industri yang akan ditetapkan dalam waktu 6 bulan setelah kuartal keempat tahun 2017.

Dalam pertemuan yang dilakukan pagi ini pada pukul sekitar pukul 09.00 ini di gedung GPM, PTDI juga dibahas juga tentang pembagian kerja untuk disain dan membangun kesepakatan yang akan ditetapkan pada kuartal ketiga tahun 2017.

Diharapkan kerjasama ini akan terus berlanjut dan saling menguntungkan kedua industri kedirgantaraan masing-masing negara tersebut. Selain itu, pesawat buatan Bandung juga diharap dapat semakin maju di kancah dirgantara internasional.

Baca Juga: Mirip Anjing Laut, Patung Maung Bandung Dicopot

Continue Reading

BANDUNG GUIDE

Alun-Alun Cicendo, Sentuhan Besi, dan Representasi Jawa Barat

mm

Published

on

By

Alun-alun Cicendo

Setelah diresmikan 31 Desember 2017 lalu oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil, Alun-alun Cicendo menjadi destinasi wisata baru bagi warga Bandung. Dengan desain arsitektur yang unik dan indah, lokasi ini mampu menggabungkan ruang terbuka, seni, olahraga, dan juga bisnis.

Letak Alun-alun Cicendo berada di lahan hook, tepat di depan bundaran simpang Jalan Aruna-Jatayu-Komodor Udara Supadio. Wilayah ini sudah lama dikenal sebagai daerah perdagangan besi tua dan barang-barang bekas.

Alun-alun Cicendo berada di atas lahan seluas 5.400 meter persegi. Akses masuk utamanya berada di persimpangan ketiga jalan itu, berupa tangga di ruang terbuka dengan material andesit.

Dilansir Pikiran-Rakyat.com, terdapat banyak kegiatan yang bisa dilakukan di alun-alun ini. Anda bisa berolahraga karena terdapat lapangan olahraga seukuran lapangan basket, ramp skateboard atau sekadar berjalan-jalan.

Sementara itu, di bagian kanan terdapat taman yang dilengkapi dua kolam. Pertama, ada kolam dangkal untuk anak maupun merendam kaki. Kedua, ada kolam lebih lebar yang dilengkapi ngarai (canyon). Di bagian pinggir terdapat dinding dengan tinggi 2m dan lebar 1,6m yang juga berfungsi sebagai lorong ngarai yang memanjang hingga 15m.

Di bagian kiri Alun-alun Cicendo ini terdapat 24 unit kios pasar seni (art MARKET) yang disusun mengelilingi selasar beratap sebagai ruang komunitas berkegiatan. Di sisi seberangnya terdapat paviliun bergaya unik.

Semakin ke tengah, terdapat lapangan utama seluas 939m persegi. Di belakangnya ada tribun yang dilengkapi kursi-kursi besi yang disusun memanjang. Selain itu, ada juga mini amfiteater di area utara seluas 132m persegi.

Di ujung kawasan dibangun dek kayu seluas 700 meter persegi. Dengan perbedaan tinggi dua meter di atas miniamfiteater, pengunjung bisa menengok seluruh area alun-alun.

Di beberapa bagian dek, pohon terlihat menyembul dari area koridor bawah yang difungsikan sebagai kios pandai besi. Dek tersebut sekaligus menjadi atap bagi 59 kios di bawahnya, beserta kantor, musala, toilet, serta parkir mobil.

Baca Juga: Tempat Wisata Baru D.Dieuland Bandung yang Cocok Untuk Berlibur

Sentuhan Besi

Alun-alun Cicendo

Foto: Pikran Rakyat.com

Ketika berkunjung ke Alun-alun Cicendo, terlihat banyak elemen besi yang bertebaran di berbagai penjuru. Bahkan, dilansir Pikiran-Rakyat.com, hampir 70% material yang digunakan yaitu besi.

Desain arsitektur alun-alun ini digarap oleh Suryawinata Heinzelmann Architecture and Urbanism (SHAU) Architects. Direktur sekaligus pendiri SHAU, Daliana Suryawinata mengemukakan besi menjadi material utama yang diangkat karena wilayah sekitar banyak perajin besi. Bahkan, pita-pita besi berkarat disusun membentuk topografi.

Di puncak-puncak topografi, terdapat 6 artwork dari 6 seniman muda Bandung. Artwork itu dikurasi oleh Asmudjo Jono Irianto dari Institut Teknologi Bandung. Sebagian besar material yang digunakan pada artwork tersebut juga terbuat dari besi.

Elemen besi juga digunakan untuk kios-kios bagi perajin besi yang direlokasi. ”Alurnya dibuat mudah untuk pemakaian sehari-hari, juga mudah dicapai dari semua arah, tetapi terkumpul dalam klaster-klaster yang tidak mengganggu aktivitas taman,” tutur Dana.

Representasi Jawa Barat

Alun-alun Cicendo

Foto: Pikran Rakyat.com

Alun-alun Cicendo memiliki berbagai fungsi yang diintegrasikan lewat desain arsitektur unik tersebut. SHAU memilih konsep yang berbaur antara satu fungsi dan yang lain untuk membuatnya lebih fleksibel dan terbuka.

”Ketika suatu fungsi terzonasi, setiap ruang hanya dikategorikan berdasarkan fungsi yang berada di area spesifik. Makanya, kami lebih memilih konsep gabungan untuk membuat semua fungsi terdistribusi dengan baik di seluruh area.” ucap founding partner sekaligus Direktur SHAU Architects Florian Heinzelmann, dilansir Pikiran-Rakyat.com, di Kantor SHAU Architects, Jalan Adipati Kertabumi, Bandung.

Konsep itu diimplementasikan pada penggunaan tangga berundak untuk membedakan seluruh area sehingga terjadi perbedaan ketinggian. Tujuannya, agar pengunjung tidak merasa terkotak-kotak pada setiap area sehingga bisa digunakan secara komunal dan beragam.

Tangga-tangga tersebut juga menjelaskan inti desain, menyerupai kontur yang dibuat naik turun. Menurut Florian, inspirasinya datang dari alam Jawa Barat yang memiliki topografi beragam. Mulai dari tinggi, rendah, lebar, sempit, hingga dangkal yang dicitrakan dari gunung, tebing, mata air, lahan kosong, bukit, dataran, lebak, legok, dan sungai.

Baca Juga: Kampung Bamboo Bandung, Tempat Outbound dan Pendidikan Lingkungan di Cimenyan

Continue Reading

Trending