Kota Bandung Aman dari Wabah Difteri - Bandungku
Connect with us

CITY NEWS

Kota Bandung Aman dari Wabah Difteri

mm

Published

on

Wabah Difteri

Wabah Difteri kembali ‘menghantui’ Indonesia. Dilansir BBC Indonesia, data dari Kementrian Kesehatan menunjukan, sampai dengan Nopember 2017, terdapat laporan kasus difteri dari 20 provinsi.

Secara keseluruhan terdapat 622 kasus, 32 diantaranya meninggal dunia. Sementara pada kurun waktu Oktober hingga November 2017, ada 11 Provinsi yang melaporkan terjadinya wabah difteri.

Difteri merupakan infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius. Pada kasus yang berat, difteri dapat mengakibatkan penderitanya sampai meninggal dunia.

Sementara itu dilansir Pikiran-Rakyat.com, Kota Bandung relatif aman dari wabah difteri. Hal tersebut disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung. Namun, masyarakat diminta tetap waspada potensi adanya penyakit mematikan yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diptheriae ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita menyebutkan pada dua tahun terakhir ini, Kota Bandung sebenarnya tidak benar-benar bebas dari kasus difteri. Terdapat enam kasus difteri sepanjang 2016 lalu di Kota Bandung.

“Terjadi peningkatan pada tahun 2017 ini menjadi 7 (tujuh) kasus, dengan pada satu kasus di antaranya sampai meninggal dunia. Namun jika dibandingkan dengan daerah lainnya, Kota Bandung relatif lebih aman dan tidak termasuk yang dicurigai sebagai daerah dengan wabah difteri,” ungkapnya dilansir Pikiran-Rakyat.com, Kamis (07/12/2017).

Meski relatif aman dari wabah difteri, ia mengemukakan, pihaknya tetap melakukan berbagai langkah antisipatif. Ketika ditemukan satu kasus pun pihaknya langsung sigap dengan melakukan investigasi dalam 24 jam.

Baca Juga: Resmikan Tol Soroja, Jokowi Sebut Rumah Pengabdi Setan?

Lakukan Pencegahan Wabah Difteri

“Kami senantiasa menyiapkan anti difteri serum, melakukan pencegahan kepada orang dengan kontak erat, melakukan profilaksis difteri dengan memberikan antibiotik eritromisin termasuk memberikan imunisasi kepada petugas di Puskesmas yang melakukan pemeriksaan penderita difteri,” bebernya.

Dinas Kesehatan Kota Bandung pun mengeluarkan surat edaran agar masyarakat waspada terhadap wabah difteri. Bahkan imunisasi dan penyuluhan ke sekolah rutin dilaksanakan bagi anak-anak SD kelas 1, 2 dan 5.

“Banyak kasus difteri terjadi karena lingkungan yang tidak sehat. Oleh karena itu, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bandung agar berperilaku hidup bersih dan sehat. Kalau ada di lingkungannya terkena difteri, segera antarkan ke fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya.

Baca Juga: Relawan Kang Yossi Ajak Warga Bandung Peduli Hak Disabilitas

CITY NEWS

Kembali Berprestasi, Kota Bandung Raih Penghargaan Kota Cerdas Indonesia

mm

Published

on

By

Penghargaan Kota Cerdas Indonesia

Kota Bandung kembali berprestasi di tingkat nasional. Kali ini, Kota Bandung mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Pusat dalam kategori “Smart Mobility” Rating Kota Cerdas Indonesia, Senin (11/12/2017).

Penghargaan tersebut diraih Kota Bandung berkat konsep Smart City yang diterapkannya. Penerepan konsep Smart City sendiri oleh Pemerintah Kota Bandung sudah berjalan sejak 2013.

Penghargaan Rating Kota Cerdas Indonesia 2017 tersebut diserahkan langsung Wakil Presiden, Jusuf Kalla, kepada Sekretaris Daerah Kota Bandung, Yossi Irianto. Yossi Irianto sendiri hadir mewakili Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil yang sedang berhalangan. Penghargaan itu diberikan di Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia, Jalan Kebon Sirih No 14, Jakarta.

“Saya sangat bersyukur, tiga tahun kerja keras ini meletakkan pondasi Bandung untuk menjadi Smart City telah membuahkan hasil. Penghargaan ini akan terus memotivasi kami untuk memberikan yang terbaik untuk Kota Bandung,” ujar Yossi Irianto, dilansir Tribunnews.com, usai menerima penghargaan.

Tak ingin berleha-leha karena capaianya, Yossi Irianto mengaku penghargaan ini justru memacu Pemkot Bandung untuk bekerja lebih. Yang mana dalam hal ini, terus mengelola teknologi dalam hal tata kelola informasi agar bisa lebih maju.

“Dengan ini, kami akan terus mengupayakan pembangunan kota yang maju dan menyejahterakan masyarakat Kota Bandung dari segi tata kelola informasi serta hal lainnya yang berkenaan dengan Teknologi dan IT,” tambahnya.

Baca Juga: Bekraf Festival 2017, Membangun Ekonomi Kreatif Indonesia

Piagam Penghargaan Kota Cerdas Indonesia 2017

Harus Termotivasi

Menurutnya, dengan mendapatkan penghargaan penghargaan Rating Kota Cerdas Indonesia 2017, Pemkot Bandung harus termotivasi untuk meningkatkan layanan publik. Ia berharap Kota Bandung dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia.

“Tidak mau kalah, pemanfaatan sistem dan teknologi informasi pun kini sudah masuk ke ranah pemerintahan. Saat ini, teknologi informasi mulai digunakan untuk layanan perkotaan atau lebih dikenal juga dengan istilah Smart City. Sistem atau tools ini harus senantiasa kita benahi sesuai dengan perkembangan dan kemudahan zaman” ujar Yossi Irianto.

Yossi Irianto terlihat menggunakan batik lengan panjang berwarna hitam. Ia memegang piala Kota Cerdas Indonesia dan berjabat tangan dengan Jusuf Kalla.

Pria yang akrab dipanggil Kang Yossi itu juga menambahkan bahwa Pemkot Bandung terus akan berbenah untuk membuat Kota Bandung menjadi kota idaman dengan konsep Smart City-nya.

Bandung Smart City merupakan konsep sebuah kota yang memiliki koneksi terintegrasi dalam berbagai bidang. Hal ini memberikan dampak praktis dan efisiens dalam pengelolaan kota dan pelayanan publik.

Contohnya, penanggulangan masalah kemacetan, penumpukan sampah, perbaikan jalan rusak, dan untuk mengetahui kondisi masyarakat Kota Bandung. Terdapat lebih dari 400 aplikasi milik Pemkot Bandung yang terbukti dapat diterapkan dan dapat memangkas birokrasi.

Pelayanan kepada masyarakat menjadi sangat cepat berkat layanan publik berbasis teknologi ini. Bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi mengimbau kota-kota di Jawa Barat untuk menyalin beberapa aplikasi penting milik Kota Bandung. Seperti di antaranya adalah Sabilulungan, perizinan online, hingga E-RK.

Baca Juga: Aplikasi FEWEAS, Teknologi Baru Untuk Kurangi Risiko Banjir Citarum

Continue Reading

CITY NEWS

Aplikasi FEWEAS, Teknologi Baru Untuk Kurangi Risiko Banjir Citarum

mm

Published

on

By

Aplikasi FEWEAS

Sebuah aplikasi baru telah diluncurkan untuk mengurangi risiko banjir Sungai Citarum. Adalah aplikasi FEWEAS yang merupakan hasil kerjasama ITB, IFRC, PMI, dan Zurich Insurance Indonesia (ZII).

Aplikasi FEWEAS ini merupakan singkatan dari Flood Early Warning and Early Action System. Aplikasi ini berfungsi sebagai suatu sistem peringatan dini dalam upaya mengurangi risiko banjir Citarum.

Nantinya, aplikasi FEWEAS akan dikelola oleh dengan Perum Jasa Tirta 2, BBWS, BPBD Jawa Barat, dan Pemprov Jabar. Mereka akan bahu-membahu mengelola pemanfaatan FEWEAS untuk mitigasi risiko banjir bagi masyarakat yang bermukim di Daerah Aliran Sungai Citarum.

Baca Juga: Bekraf Festival 2017, Membangun Ekonomi Kreatif Indonesia

Dilansir Tribunnews.com, Ketua tim peneliti ITB, Armi Susandi mengatakan aplikasi FEWEAS Citarum ini dibangun menggunakan sistem tercanggih. Sehingga akan memberikan informasi prediksi cuaca ekstrem dan banjir yang sedang dan akan terjadi. Informasi tersebut diberikan sistem secara tepat untuk tiga hari ke depan, khususnya untuk Daerah Aliran Sungai Citarum.

“Selain prediksi cuaca dan genangan, FEWEAS Citarum juga menyediakan  prediksi curah hujan jangka panjang hingga lima tahun ke depan.” ujar Armi dalam sambutannya, dilansir  Tribunnews.com pada kegiatan pelatihan peringatan dini mitigasi risiko banjir Citarum dan peluncuran aplikasi FEWEAS Citarum, di Novotel Hotel, Cihampelas, Bandung, Senin ( 11/12/2017).

Menurutnya, peringatan banjir sendiri dihasilkan dari kombinasi antara prediksi cuaca dengan prediksi genangan resolusi dan ketepatan tinggi. Sehingga hasil tersebut dapat dimanfaatkan untuk prediksi banjir jangka panjang juga untuk antisipasi kekeringan.

Sementara itu, Asisten Daerah II, Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat, Eddy Iskandar Muda Nasution mengatakan sangat mengapresiasi dengan diluncurkannya aplikasi FEWEAS Citarum ini. Ia jugaberharap aplikasi ini dapat membantu menanggulangi dan mengantisipasi risiko jatuhnya korban dari bencana banjir.

“Citarum merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Jawa Barat juga kerap menjadi bencana bagi masyarakat di Jabar, oleh karena itu diharapkan adanya FEWEAS Citarum ini dapat menjadi solusi mitigasi dan penanggulangan risiko bencana di sungai Citarum,” ujarnya.

Baca Juga: Kota Bandung Aman dari Wabah Difteri

Continue Reading

CITY NEWS

Bekraf Festival 2017, Membangun Ekonomi Kreatif Indonesia

mm

Published

on

By

Bekraf Festival 2017

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan acara Bekraf Festival 2017 sebagai sosialisasi capaian kinerjanya selama lebih dari dua tahun berdiri. Acara yang telah dimulai sejak 7 Desember itu berakhir pada hari ini, Minggu (10/12/2017).

Bekraf Festival 2017 digelar di dua lokasi, yakni Bandung Creative Hub dan Gudang Penyimpangan PT KAI Cikudapateuh, Kota Bandung. Acara ini juga dimeriahkan oleh pameran produk dari para perajin dari berbagai daerah.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf berharap festival ini dapat lebih mendekatkan Bekraf kepada masyarakat. Masyarakat pun diharapkan mengenal lebih dekat Bekraf sebagai fasilitator dan katalisator pembangunan ekonomi kreatif di Indonesia.

“Masyarakat diharapkan dapat memahami bagaimana program program unggulan dari enam kedeputian Bekraf yang banyak dan beragam merupakan jalinan yang saling kait mengait satu sama lain dalam prosesnya membentuk ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia,” katanya dilansir dari siaran pers, Minggu (10/12/2017).

Acara ini juga diselenggarakan demi mengemban amanah Presiden Jokowi untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia di masa depan. Acara ini juga diadakan demi mewujudkan visinya membangun Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam ekonomi kreatif pada 2030.

Enam deputi yang ada di Bekraf memamerkan program unggulannya di tiap booth yang disediakan. Selain itu, acara ini juga dimeriahkan dengan pameran produk dari para perajin di daerah daerah tempat pelaksanaan program IKKON (Inovatif dan Kreatif Melalui Kolaborasi Nusantara).

Dukungan Pemerintah

Bekraf Festival 2017

Yossi Irianto (tengah) berfoto dengan Sekretaris Utama Bekraf, Mesdin Kornelis Simarmata (kiri).

Sementara itu, pada hari terakhir Bekraf Festival 2017, turut hadir Sekretaris Daerah Kota Bandung, Yossi Irianto. Dalam kunjungannya tersebut, ia mewakili pihak Pemerintah Kota Bandung sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap acara tersebut.

“Saya dari tadi takjub, di sinilah hebatnya anak-anak muda sekarang, kreatif,” Ujar Yossi di Bekraf Festival 2017, Minggu (10/12/2017).

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan tempat untuk berkumpulnya anak-anak muda kreatif Bandung.

“Bandung juga sudah menyediakan tempat untuk bagaimana anak-anak muda bisa berkreatif, berinisiatif tentang berbagai gagasan. Kita sudah siapkan Bandung atau Bangunan Kreatif di (jalan) Laswi yang Insya Allah akan kita resmikan,” tuturnya.

Bekraf Festival 2017 menyajikan 39 program unggulan dari 16 subsektor yang menjadi tanggungjawab Bekraf. Penampilan 16 subsektor tersebut akan diwakili dalam berbagai booth masing-masing kedeputian yang ada di Bekraf.

Tak hanya itu, acara juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti sharing session, video mapping, workshop, kuliner, pertunjukan musik dari berbagai genre seperti Java Jive, Deadsquad hingga Mocca.

Continue Reading

Trending