Ini Dia Toko Pernak-Pernik Imlek di Bandung - Bandungku
Connect with us

BANDUNG GUIDE

Ini Dia Toko Pernak-Pernik Imlek di Bandung

mm

Published

on

Toko Pernak-Pernik Imlek di Bandung

Sebentar lagi, akan ada sebuah perayaan yang sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat keturunan Tionghoa. Ya, perayaan tahun baru China atau yang biasa disebut Imlek yang jatuh pada Jumat (16/02/2018) mendatang. Untuk itu, bandungku akan memberikan rekomendasi toko pernak-pernik Imlek di Bandung.

Dilansir dari infobdg.com, terdapat beberapa toko pernak-pernik imlek di Bandung. Mulai dari yang dijual satuan, hingga grosiran untuk dijual kembali. Berikut adalah toko pernak-pernik Imlek di Bandung seperti dikutip dari infobdg.com.

 

Pusat Grosir Cibadak dan Astana Anyar Bandung

Toko pernak-pernik Imlek di Bandung yang pertama adalah pusat grosir Cibadak dan Astana Anyar. Koleksi barang kebutuhan Imlek di Cibadak bisa dibilang terlengkap dan termurah di Bandung. Lampion, pohon, amplop angpau sampai dodol lengkap di sini. Bahkan beberapa pedagang bisa ditawar.

Ace Hardware

Selain perlengkapan rumah dan gaya hidup, Ace Hardware juga  selalu menyediakan perlengkapan untuk menyambut peryaan-perayaan besar, termasuk Imlek. Di Bandung, Ace Hardware ada di beberapa tempat diantaranya:

ACE HARDWARE – Living Plaza Dago (Jl. Ir. H.Djuanda No.61-63)

ACE HARDWARE – Istana Plaza (Istana Plaza, Istana Plaza Ground Floor C7-C8, Jalan Pasirkaliki No.121-123)

ACE HOME CENTER – Balubur Town Square (Balubur Town Square, Mall Balubur Town Square Lantai D2, 1-2, Jalan Tamansari No. 33)

ACE HARDWARE – Festival Citylink (Festival Citylink, Mall Festival Citylink Lantai LG No. 32-36, Jl. Peta No.241)

ACE HARDWARE – Taman Kopo Indah (Komplek Taman Kopo Indah, Business Park Blok A1, Jl. Taman Kopo Indah II)

ACE HARDWARE – Miko Mall (Mikko Mall, Jalan KH Wahid Hasyim No.599)

ACE HARDWARE – IBCC (Jl. A. Yani No. 12)

Lotte Mart

Sebagai salah satu pusat grosir, Lotte Mart juga menyediakan kebutuhan Imlek. Di dua dari tiga cabangnya yang ada di Bandung, anda bisa menemukan pernak-pernik Imlek di:

Lotte Mart – Festival Citylink (Festival Citylink, Jl. Peta No.241)

Lotte Supermarket – Istana BEC (Jl. Purnawarman No.13-15 Bandung)

Riau Junction

Tentu anda tahu jika pusat perbelanjaan yang satu ini terkenal banyak menjual barang-barang dari luar negeri. Tak hanya itu, ternyata di sini juga terdapat peralatan Imlek.

Beberapa pernak-pernik Imlek yang dijual di sini impor dari luar negeri. Anda bisa langsung datang mencari perlengkapan Imlek ke pusat perbelanjaan yang ada di tengah kota ini di Jalan LLRE Martadinata No.17-21, Kota Bandung.

Toserba Borma

Tempat yang satu ini memang menjadi salah satu tempat belanja favorit karena harganya yang cukup murah dan lengkap. Tiap menjelang Imlek beberapa toserba Borma juga menyediakan perlengkapan Imlek. Anda bisa datangi salah satu cabang terdekat berikut.

Borma Toserba Buah Batu (Jl. Buah Batu No.235A)

Borma Toserba  Cijerah (Jalan Cijerah No.90)

Borma Dago (Jl. Ir. H.Djuanda No.348, Dago)

Borma Toserba Lembang (Jl. Raya Lembang)

Borma Dakota (Jl. Dakota Raya No. 109)

BANDUNG GUIDE

Ini Lokasi & Rute Bukit Jamur Ciwidey yang Lagi Hits

mm

Published

on

Bukit Jamur Ciwidey

Bandung Raya memang surganya wisata. Selalu saja ada tempat wisata baru yang menarik untuk dikunjungi. Mulai dari yang mahal sampai yang murah sekalipun, bahkan gratis. Nah, salah satu tempat wisata hits yang juga ‘gratis’ adalah Bukit Jamur Ciwidey.

Memang kawasan Ciwidey terkenal dengan wisata alamnya seperti halnya daerah Lembang. Di kawasan ini anda bisa menjumpai banyak sekali destinasi wisata menarik seperti kawah putih, situ patenggang, dan lain sebagainya.

Kembali ke Bukit Jamur Ciwidey, lokasi wisata ini menyuguhkan pemandangan alam yang begitu asri dan indah. Di kawasan ini, terdapat banyak sekali pepohonan cemara. Terus jamurnya di mana?

Kawasan ini disebut Bukit Jamur Ciwidey bukan karena bukit ini memiliki banyak jamur atau perkebunan jamur. Dinamakan begitu karena di daerah ini banyak terdapat pohon cemara yang unik.

Pohon cemara tersebut ukurannya tak terlalu tinggi. Dan bentuk yang dihasilkan dari dedaunannya berbentuk menyerupai jamur. Maka dari itu, kawasan ini disebut sebagai Bukit Jamur Ciwidey.

Objek wisata ini sedang banyak digandrungi para wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah Bandung Raya. Di sosial media banyak sekali warganet yang mengabadikan fotonya di sana dan mengunggahnya di akun masing-masing.

Meski begitu, sebenarnya Bukit Jamur Ciwidey ini bukanlah tempat wisata resmi. Jadi tak heran jika di sana tak ada fasilitas yang disediakan. Begitupun dengan tiket masuknya, kita tak perlu membayar retribusi untuk masuk ke sana.

Di lokasi ini pun terdapat pabrik teh yang sudah ada sejak zaman Belanda dulu. Selain itu, ada juga beberapa bangunan peninggalan Belanda lainnya yang berdiri di sana.

Bukit Jamur Ciwidey

Foto: tempatwisatamu.com

Baca Juga: Ini Dia Toko Pernak-Pernik Imlek di Bandung

Lokasi & Rute Bukit Jamur Ciwidey

Bagi anda yang penasaran ingin berfoto di Bukit Jamur Ciwidey, akses untuk menuju ke tempat ini cukup mudah. Letaknya ada di kaki Gunung Patuha dan juga Gunung Tilu. Tepatnya di Desa Rancabolang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Akses menuju bukit ini dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Anda tinggal mengikuti jalur ke kawasan kebun teh Rancabolang.

Untuk anda yang berasal dari Kota Bandung, anda bisa pergi melalui jalur Leuwi Panjang, Kopo Sayati, kemudian Soreang. Dari soreang anda bisa melanjutkan perjalanan ke Ciwidey melalui Pasir Jambu.

Setelah sampai di kawasan Ciwidey, anda tinggal menuju arah ke Baru Tanggul – Dusun Keneng. Maka anda akan sampai di Desa Rancabolang. Nah, Bukit Jamur Ciwidey berada setelah melewati pertigaan PLTU Geodipa.

Untuk anda yang ingin mengunjungi tempat wisata hits ini, jangan lupa untuk menyiapkan baju hangat atau baju tebal. Karena di bukit ini cuacanya cukup dingin. Jangan sampai anda tidak memperhatikan kesehatan tubuh anda karena ingin memiliki foto yang bagus yah.

Baca Juga: Tempat Wisata Baru D.Dieuland Bandung yang Cocok Untuk Berlibur

Continue Reading

BANDUNG GUIDE

Taman Regol : Pusat Rekreasi Bandung Selatan

mm

Published

on

By

Taman Regol

Warga Bandung selatan sebentar lagi bakal bisa menikmati taman luas sebagai sarana wisata baru. Adalah Taman Regol yang bakal dijadikan pusat rekreasi di wilayah Bandung bagian selatan. Proses pembangunan taman ini direncanakan rampung pada akhir Januari 2018 mendatang.

“ Taman Regol ini bisa dinikmati warga Kota Bandung, khususnya yang berada di kawasan selatan, Buahbatu, Mohammad Toha, hingga warga dari Kabupaten Bandung. Dengan hadirnya taman luas di wilayah selatan Bandung, mudah-mudahan bisa membagi keramaian wisata yang biasanya di pusat kota.” kata Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengendalian pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung Tedi Setiadi, dilansir Pikiran-Rakyat.com, Sabtu (13/01/2018).

Dilansir Pikiran-Rakyat.com, Taman Regol ini dibangun dalam rangka penataan kawasan bantaran Sungai Cikapundung di wilayah Pasirluyu. Dengan berdiri di hamparan lahan seluas 2 hektare, terdapat dua taman yang mengapit sungai, yakni di Jalan Pasirluyu Selatan, dan di area perumahan Jalan Suryalaya.

Baca Juga: Sejarah Taman Vanda, Dari Gereja Hingga Bioskop

Kawasan rawan

Sebelumnya, Jalan Pasirluyu Selatan merupakan kawasan rawan belagal. Dengan kondisi yang minim pencahayaan dan padatnya pepohonan di sepanjang jalan. Salah satu warga Suryalaya, Dinar Kharisma Putri (33), mengatakan saat badan jalan masih dalam kondisi rusak berat, ia harus memacu mobilnya kencang demi menghindari potensi kejahatan.

“Dulu jalannya sepi. Mudah-mudahan sih dengan adanya taman bisa ramai terus. Ya, kalau ada petugas keamanan sih lebih tenang, kan biar bisa menghalau pengamen, atau orang yang mabuk-mabukan di taman.” Tuturnya, dilansir Pikiran-Rakyat.com, Rabu (17/01/2018).

Jalan itu biasa menjadi jalan penghubung antara Jalan Soekarno Hatta dengan Jalan Suryalaya, Buahbatu, atau Jalan Kembar, serta Mohammad Toha. Tumbuhan liar menutupi lahan luas hingga jembatan Suryalaya.

Dilakukan penataan

Mulai Oktober 2017, kata Tedi, wilayah itu dibuka dan mulai ditata. Pohon-pohon yang sebagian besar berumur tua juga ikut dijaga. Lahan pun disulap jadi taman beralaskan marmer, beton, dan panel kayu komposit. Area taman tergolong luas. Jarak dari tepi jalan hingga ke bibir sungai bisa berkisar 15 meter hingga 50 meter.

Badan jalan masih tersisa lebar 7 meter. Dengan kondisi itu, masih tersisa dua meter untuk parkir tepi jalan sepanjang 500 meter. Sepanjang taman itu juga disediakan jalur khusus sepeda selebar 1.5 meter. Sementara trotoar dilengkapi blok pengarah warga difabel, serta jalur landai akses ke dalam taman bagi pengguna kursi roda.

Trotoar yang ditempatkan antara jalur sepeda dan taman dibuat beragam, salah satunya dengan keramik bermacam kelir serupa trotoar plus pelataran Bandung Creative Hub di Jalan Laswi.

Di beberapa area ditempatkan pulau-pulau sebagai wadah tumbuhan dan bunga. Area luas dibuat berundak yang bisa difungsikan sebagai tempat duduk pengunjung. Ada pula bagian berundak yang dibuat luas untuk sejumlah kegiatan layaknya mini amfiteater.

Baca Juga: Alun-Alun Cicendo, Sentuhan Besi, dan Representasi Jawa Barat

Continue Reading

BANDUNG GUIDE

Sejarah Taman Vanda, Dari Gereja Hingga Bioskop

mm

Published

on

Sejarah Taman Vanda

Taman Vanda merupakan salah satu taman yang sekarang banyak digunakan anak-anak muda Bandung untuk nongkrong. Setelah direvitalisasi pada tahun 2015, taman ini menjadi lebih nyaman, ditambah dengan air mancur warna-warninya yang indah. Namun, tahukah anda bagaimana sejarah Taman Vanda itu sendiri?

Sebelum direvitalisasi, taman ini banyak digunakan oleh para pemain skateboard untuk latihan. Di taman yang berlokasi di Jalan Merdeka, dekat Balai Kota ini juga dulunya tak banyak orang yang mau terlalu lama nongkrong.

Jauh sebelum menjadi taman seluas 2.000 meter persegi itu, ternyata lokasi ini banyak dialih fungsikan. Dari mulai gereja, ruang kuliah, hingga bioskop. Sejarah Taman Vanda dari dulu hingga menjadi taman seperti sekarang ini cukup menarik untuk disimak.

Seperti dilansir dari Pikiran-Rakyat.com, nama Vanda konon diambil dari nama salah satu jenis anggrek. Namun, banyak juga yang menyebut nama itu diambil dari sebuah bioskop yang dulu berdiri di atas lahan tersebut.

Baca Juga: Alun-Alun Cicendo, Sentuhan Besi, dan Representasi Jawa Barat

Berawal dari gereja

Sejarah Taman Vanda berawal ketika di lahan tersebut berdiri sebuah gereja dengan ukuran 8×21 meter. Gereja tersebut diberi nama Gereja Santa Franciscus Regis. Gedung itu menjadi gereja katolik pertama yang didirikan di Kota Bandung.

Gereja Santa Franciscus Regis didirikan oleh Pastor Christianus Schects SJ. Kemudian, gereja ini diberkati oleh Mgr. Staal pada 16 Juni 1895 dan dirobohkan pada awal tahun 1920-an.

Beralih Fungsi

Setelah dirobohkan, di lahan bekas gereja tersebut dibuatlah sebuah bioskop. Bioskop itu dinamakan Rex. Bioskop ini terbilang bertahan cukup lama hingga awal tahun 1950-an. Kemudian bioskop Rex berganti nama menjadi Panti Budaya.

Fungsi gedung pun berubah tidak lagi digunakan sebagai bioskop tetapi digunakan sebagai ruang kuliah Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) yang pada masa itu masih bernama Perguruan Tinggi Katolik Parahyangan.

Menjadi Taman Vanda

Sekitar tahun 1960-1970-an, gedung itu pun kembali menjadi bioskop. Hal itu dikarenakan Unpar sudah tidak lagi menggunakan gedung Panti Budaya sebagai ruang kuliah. Selain menjadi bioskop, di gedung itu juga terdapat bangsal yang kerap digunakan untuk latihan badminton dan sempat digunakan untuk latihan tari Viatikara.

Pada 1970-an bioskop Panti Budaya pun berganti nama menjadi bioskop Vanda dan bertahan hingga tahun 1980-an. Lalu, pada 1990-an, bangunan bioskop Vanda dirobohkan dan dibuatlah taman yang kini dikenal dengan Taman Vanda.

Baca Juga: Ternyata Ini Sejarah Lapangan Gasibu Bandung

Continue Reading

Trending