Film Bioskop Minggu Ini : Insidious The Last Key - Bandungku
Connect with us

FILM

Film Bioskop Minggu Ini : Insidious The Last Key

mm

Published

on

Film Bioskop Minggu Ini : Insidious The Last Key

Para penggemar horor di Indonesia akan disuguhkan film Insidious The Last Key yang siap membuat anda ketakutan. Film bioskop minggu ini tersebut telah rilis di Indonesia Rabu (10/01/2018) kemarin.

Insidious The Last Key merupakan film keempat dari seri tersebut. Namun, film ini bukanlah lanjutan dari seri ketiga film Insidious, melainkan prekuelnya. Film garapan Adam Robitel ini diproduksi oleh Blumhouse Productions.

Film ini menceritakan tentang Elise, sang paranormal di film sebelumnya. Kilas balik kisah Elise pun diceritakan di sini. Lin Shaye yang memerankan Elise, tahu betapa jarangnya memiliki peran seperti ini pada usia 74, dan dia menghayati perannya ke dalam setiap adegan.

“Sebagai aktris, saya biasanya datang dengan backstory saya sendiri biasanya. Bahkan jika penonton tidak pernah melihat apa itu, itu juga semacam menginformasikan kehadiran karakter di seluruh film. Ide saya tentang dia [Elise] sebenarnya sangat berbeda. Aku selalu melihatnya sebagai seorang anak,” papar Shaye, seperti dilansir Tirto dari Collider.

Shaye menilai cerita Insidious The Last Key fantastis dan menyentuh banyak hal yang sangat penting sebagai film thriller dan horor yang menarik sekaligus. “Menurut saya film ini khususnya memiliki aspek yang akan membuat orang memikirkan hubungan mereka sendiri antara ibu, ayah, dan anak,” jelasnya lagi.

Baca Juga: Review Film Akhir Pekan : Si Juki The Movie

Sinopsis Film Bioskop Minggu Ini : Insidious The Last Key

Mengambil setting waktu tahun 2010, film ini menceritakan tentang kilas balik tokoh utama Elise Rainier (Lin Shaye), seorang paranormal yang bisa berkomunikasi dengan makhluk gaib. Seperti dilansir Tribunnews.com dari Variety, cerita dimulai dengan prolog tahun 1950-an yang menggambarkan kehidupan Elise yang tak menyenangkan di masa lalu.

Elise mendapati dirinya terperangkap di ruang bawah tanah rumah. Suara seorang anak kecil menuntunnya untuk membuka satu pintu merah yang begitu misterius. Kembali ke masa sekarang, Elise yang mempunyai kemampuan ‘beda’ dari orang lain itu mendapatkan tawaran dari seorang klien untuk menelisik fenomena aneh di sebuah rumah.

Tidak disangka, rumah klien tersebut adalah rumah masa kecil Elise. Sempat menolak, Elise akhirnya bersedia menerima permintaan untuk mendatangi rumah yang berada di kota kecil di New Mexico itu.

Elise sempat kembali ke kota dan bertemu dengan saudaranya (Bruce Davison) dan putrinya (Caitlin Gerard, Spencer Locke). Mereka kemudian bersama-sama ke rumah angker itu.

Secara tidak langsung, Elise harus menyelesaikan dua konflik sekaligus. Ia harus membereskan setiap gangguan hantu di rumah masa kecilnya itu di tengah bayang-bayang trauma masa lalu.

Sosok Elise dalam film ini menjadi jembatan para penonton terhadap cerita-cerita Insidious seri lainnya. Kisah asal usul Elise pun akan melahirkan ketegangan-ketegangan tersendiri bagi para penontonnya.

Beberapa karakter hantu baru akan muncul dalam film ini, satu di antaranya adalah Key Face yang jadi tokoh antagonis utama.

Itulah film bioskop minggu ini, Insidious The Last Key. Bagaimana, tertarik bukan? Yuk buruan datang ke bioskop-bioskop di Bandung kesayangan anda.

Baca Juga: Setelah Sekian Lama, Akhirnya Trailer Dilan 1990 Dirilis!

0 Pelanggan (0 votes)
Kebersihan0
Kenyamanan0
Interior0
Menu0
Harga0
Apa yang orang katakan... Berikan Penilaianmu
Sort by:

Be the first to leave a review.

User Avatar
Verified
{{{ review.rating_title }}}
{{{review.rating_comment | nl2br}}}

Show more
{{ pageNumber+1 }}
Berikan Penilaianmu

Your browser does not support images upload. Please choose a modern one

DUNIA HIBURAN

Review Film Akhir Pekan : Si Juki The Movie

mm

Published

on

Untuk warga Bandung yang sudah akrab dengan media sosial tentunya sudah tak asing lagi dengan Si Juki karakter komik karya Faza Ibnu Ubaidillah berhasil meraih popularitas tinggi di dunia maya. Sekarang Si Juki diangkat ke layar lebar dengan judul ‘Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir’.

si juki the movie

Komedi dalam film ini dapat dinikmati oleh oleh seluruh anggota keluarga. Anak-anak dapat tertawa melihat karakter Pocong yang diperankan oleh Babe Chabita dengan ternungkus kain bermotif bunga-bunga berwarna pink, cerewet namun takut dengan kecoa.

Warga Bandung yang menonton Si Juki teh movie ini juga dapat terhibur dengan komedi slapstick-nya. Para anak muda juga dapat terhibur dengan komedi absurd yang terselip di setiap adegan.

Di film ini, Juki menjadi mainstream. Juki menang penghargaan di televisi, program acaranya juga juga makin banyak disuguhi pesan sponsor dan tamu pesanan. Komunitas antimainstream sudah tak menanggap lagi Juki mewakili komunitasnya. Namun ilmuan Badan Antariksa Seluruh Indonesia bernama Erin yang disuarakan oleh Bunga Citra Lestari yang menemukan bahwa akan ada asteroid yang akan jatuh ke Indonesia.

Jadi untuk warga Bandung yang bingung ingin menonton film di akhir pekan. Si Juki the movie ini dapat menjadi salah satu referensi dan mendukung kemajuan perfilman Indonesia.

Baca Juga: Setelah Sekian Lama, Akhirnya Trailer Dilan 1990 Dirilis!

Continue Reading

Featured

Setelah Sekian Lama, Akhirnya Trailer Dilan 1990 Dirilis!

mm

Published

on

Trailer Dilan 1990

Setelah dinanti-nanti cukup lama oleh para penggemarnya, akhirnya official trailer Dilan 1990 dirilis. Melalui kanal Youtube-nya, rumah produksi Falcon Pictures merilis trailer film yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla, Rabu (13/12/2017).

Trailer Dilan 1990 ini berdurasi dua menit sebelas detik. Video tersebut ‘membocorkan’ sedikit kisah mengenai Dilan dan Milea, yang merupakan tokoh utamanya.

Dilansir Liputan6.com, beberapa ungkapan khas Dilan muncul dalam trailer ini. Seperti halnya “Kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore, tunggu aja,” kata Dilan pada Milea dalam perjalanan pulang sekolah.

Atau kalimat yang sangat populer seperti, “Jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, nanti orang itu akan hilang.” Selain itu, ungkapan rayuan lainnya, seperti, “Jangan rindu, berat, kamu enggak akan kuat, biar aku saja,” begitu kata Dilan kepada Milea dalam sambungan telepon.

Dalam trailer ini pun, penampilan Iqbaal tak seperti dirinya yang dulu kita kenal saat masih menjadi anggota CJR. Ia digambarkan sebagai Dilan Si Panglima Tempur, yang memakai jaket jeans dan baju seragam yang tak pernah dimasukkan ke celana. Serta tentu saja dilengkapi dengan motornya yang sangat ikonis, Honda CB100.

Terpaksa hapus sejumlah adegan

Seperti diketahui, Dilan 1990 merupakan film yang diadaptasi dari Novel Dilan karya Pidi Baiq. Novel ini sangat diminati para pecinta buku dari berbagai kalangan usia, tak hanya dari remaja saja.

Para penggemar Novel Dilan, dilansir Liputan6.com, sudah mewanti-wanti sang sutradara, Fajar Bustomi dari jauh-jauh hari. Mereka berharap bahwa film ini dapat menggambarkan keseluruhan novelnya.

Namun, hal itu tak akan terjadi. Sang sutradara mengungkapkan bahwa ada beberapa adegan yang dikorbankan untuk kepentingan durasi film.

“Saya merupakan fans Dilan juga. Pastinya semua adegan pengin dimasukkan semua. Cuma Dilan kan 300 halaman, kalau dijadikan dua jam susah juga. Akhirnya diputuskan ada beberapa adegan (yang dihilangkan),” kata Fajar Bustomi dilansir Liputan6.com, di XXI Kemang Village, Jakarta Selatan, Rabu (13/12/2017).

Sinopsis Dilan 1990

Dikutip dari Sinopsis Film, berikut adalah sinopsi film Dilan 1990.

Film ‘Dilan 1990’ menceritakan tentang dunia SMA, yang kabarnya ialah dunia paling indah. Fokus cerita pada Milea (Vanesha Prescilla) berjumpa dengan Dilan (Iqbaal Ramadhan) di sebuah SMA di Bandung. Waktu itu tahun 1990, saat Milea pindah dari Jakarta ke Bandung.

Perkenalan yang tidak biasa kemudian membawa Milea mulai mengenal keunikan Dilan lebih jauh. Dilan yang pandai, baik hati dan romantis. Cara Dilan mendekati Milea tidak sama dengan kawan-kawan laki-laki lainnya, bahkan Beni, pacar Milea di Jakarta.

Cara Dilan berbicara yang terdengar kaku, perlahan-lahan justru membuat Milea sering merindukannya bila satu hari saja tidak mendengar suara itu.

Hal-hal unik dan sederhana, nyatanya dapat membuat Milea tersenyum dan perlahan mulai meletakkan perhatinannya kepada Dilan. Sampai-sampai sebentar ia lupa ada Beni. Perlahan-lahan Milea mulai merasa tidak mau kehilangan sosok Dilan dari kehidupannya.

Perjalanan hubungan mereka tidak selalu mulus. Beni, gank motor, tawuran, Anhar, Kang Adi, semua mewarnai perjalanan itu.

Pada akhirnya Milea pun menetapkan untuk mengakhiri kaitannya dengan Beni sebab dia merupakan laki-laki yang emosian serta manja. setelah putusnya hubungan itu Dilan dan Milea kian akrab.

Dan, Dilan dengan caranya sendiri selalu dapat membuat Milea percaya dia dapat tiba ditujuan dengan selamat. Tujuan dari perjalanan ini. Perjalanan mereka berdua.

Trailer Dilan 1990

0 Pelanggan (0 votes)
Kebersihan0
Kenyamanan0
Interior0
Menu0
Harga0
Apa yang orang katakan... Berikan Penilaianmu
Sort by:

Be the first to leave a review.

User Avatar
Verified
{{{ review.rating_title }}}
{{{review.rating_comment | nl2br}}}

Show more
{{ pageNumber+1 }}
Berikan Penilaianmu

Your browser does not support images upload. Please choose a modern one

Continue Reading

FILM

Film Chrisye : Sisi Lain Sang Legenda

mm

Published

on

Film Chrisye

Pada Kamis (07/12/2017), Film Chrisye mulai tayang di bioskop-bioskop di Indonesia. Film ini menceritakan tentang sisi lain Chrisye disamping sebagai seorang musisi. Film Chrisye ini lebih menonjolkan sisi pribadi sang legenda musik Indonesia itu.

Sisi personal Chrisye yang pemalu, kritis, kaku dan penuh kegelisahan lebih ditonjolkan di sini. Mulai dari gaya bicara, senyum kaku, dansa patah-patah, hingga caranya memegang rokok sukses diperankan oleh Vino G Bastian dengan apik.

Film Chrisye mengambil setting 70an, 80an, dan 90an. Penonton akan dibuat seolah sedang melintasi lorong waktu. Hal tersebut didukung dengan tata ruang dan properti yang mumpuni.

Selain itu, karakter Damayanti Noor (Istri Almarhum) yang diperankan oleh Velove Vexia juga tak kalah apiknya. Gambaran sosok isteri yang setia, pekerja keras, dan tegas diperankan apik Velove.

Selain mereka berdua, jajaran artis top Indonesia lainnya pun turut beradu peran dalam Film Chrisye. Seperti Teuku Rifnu Wikana, Dwi Sasono, Verdi Solaiman, Fuad Idris, dan Ray Sahetapi.

Baca Juga: Resensi Film Minggu ini : Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Sinopsis Film Chrisye.

Penasaran dengan jalan cerita Film Chrisye ini? Berikut sinopsis film tersebut dikutip dari Jawapos.com.

Cerita berawal, pada tahun 1972, ketika Band Gypsi yang digawangi Chrisye ditawari menjadi pengisi di sebuah kafe di New York selama setahun. Chrisye yang selama itu diam-diam melakukan aktivitas band, hanya terbuka pada adik bungsunya karena hobi bernyanyi dan bermusiknya ditentang oleh Ayahnya.

Sampai akhirnya Chrisye sakit karena sang ayah yang diperankan oleh Ray Sahetapy tidak merestui kepergiannya ke Amerika. Menurut Ayahnya, pekerjaan sebagai musisi tidaklah dihargai di negeri ini.

Namun, hati sang ayah luluh dan mengizinkan Chrisye muda untuk pergi ke Amerika. Meskipun, harus dibayar mahal dengan kehilangan adik bungsunya karena sakit.

Karier Chrisye di dunia tarik suara menjadi gemilang setelah pada tahun 1977, diminta menyanyikan lagu Lilin-Lilin Kecil ciptaannya oleh Imran Amir yang adalah pendiri radio Prambors.

Lagu yang menjuarai lomba lagu cipta remaja tahun 1977 tersebut, akhirnya membuat nama Chrisye diperhitungkan dalam dunia tarik suara. Hingga tahun 1978 Chris menandatangani kontrak dengan Musica Studio dan lahirlah lagu Aku Cinta Dia yang menjadi tangga lagu nomor satu nasional.

Kemudian, pada 1980 dia diminta terlibat dalam acara “Untukmu Indonesiaku” yang digagas oleh Guruh Soekarno Putra. Di sinilah Chris kembali dipertemukan dengan Damayanti Noor, cinta terpendamnya sejak awal 70an.

Kesuksesan karir tidak membuat Chris bahagia, dia malah merasakan gelisah dan kosong sesudahnya.

Setiap adegan dalam film ini dipilih secara matang oleh sutradara Rizal Mantovani dan penulis skenario Alim Sudiyo yang menggarap naskah sesuai dengan tuturan dan emosi Yanti Noor. Penonton pun dibuat ikut bernyanyi dalam setiap adegan lagu yang dibawakan Chrisye dalam film.

Bagi yang penasaran, yuk buruan tonton filmnya di bioskop-bioskop kesayangan kalian!

Baca Juga: Trailer Justice League, Sosok Jahat Sebarkan Teror Mencekam

0 Pelanggan (0 votes)
Kebersihan0
Kenyamanan0
Interior0
Menu0
Harga0
Apa yang orang katakan... Berikan Penilaianmu
Sort by:

Be the first to leave a review.

User Avatar
Verified
{{{ review.rating_title }}}
{{{review.rating_comment | nl2br}}}

Show more
{{ pageNumber+1 }}
Berikan Penilaianmu

Your browser does not support images upload. Please choose a modern one

Continue Reading

Trending