Dukungan Artis Masuk Biaya Kampanye Pilwalkot Bandung - Bandungku
Connect with us

CITY NEWS

Dukungan Artis Masuk Biaya Kampanye Pilwalkot Bandung

mm

Published

on

Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018 tidak akan hanya diwarnai oleh dukungan partai politik. Dukungan artis pun akan turut memeriahkan Pilwalkot Bandung, selain itu dengan maraknya perkembangan media sosial dapat dihitung sebagai komponen biaya kampanye dukungan artis di media sosial.

Seperti yang dikatakan oleh Komisioner KPU Kota Bandung, Suharti mengatakan bahwa promote oleh artis, posting di media sosial akan di konversi menjadi komponen biaya kampanye dan harus dilaporkan.

Dilansir pikiran-rakyat.com, komponen biaya akan diatur untuk menjadi dasar kesatuan untuk menghitung batasan biaya kampanye pasangan calon.

Untuk komponen biaya tersebut sudah berdasarkan Keputusan Wali Kota Bandung yang dirilis pada tahun 2016 tentang Standarisasi Harga Tertinggi Satuan Barang/Jasa di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung Tahun 2017.

Meski Sukarela Dukungan Artis Masuk Biaya Kampanye Pilwalkot Bandung

Di dalam aturan Pilwalkot Bandung tersebut tertuliskan batas maksimal harga satuan untuk jasa artis penyanyi nasional perkegiatan senilai Rp 25 juta dan band nasional Rp 100 juta.

pilwalkot bandung

Selain itu untuk biaya jasa pembawa acara perkegiatan dihitung Rp 15 juta. Media digital pun tidask luput dari peraturan Pilwalkot Bandung harga untuk satu paket kampanye melalui media sosial dibatasi maksimal Rp 200 juta.

Meski artis menyatakan secara sukarela untuk mendukung pun sudah terhitung sebagai dukungan yang harus dibiayai. Seperti ketika kandidat mendatangkan artis meski artis tersebut datang dengan sukarela maka tetap dikonversi dan dianggap menyumbang jasa.

Standar biayanya pun setiap daerah berbeda-beda. Saat ini KPU sedang menunggu kesepakatan dari tim pemenangan pasangan calon untuk menentukan batasan dana kampanye Pilkada Serentak 2018.

Baca Juga : Perbaikan Trotoar di Bandung Molor, Pemkot Siapkan Sanksi Bagi Kontraktor

CITY NEWS

Memasuki Masa Kampanye Pilbup Bandung Barat Ternyata Alat Peraga Belum Dibuat

mm

Published

on

Masa kampanye Pilbup Bandung Barat 2018 sudah dimulai sejak 15 Februari lalu. Namun hingga saat ini pihak KPU Bandung Barat ternyata belum mendistribusikan alat peraga kampanye (APK) dan alat bahan kampanye (ABK) kepda para calon pilkada.

Seperti yang dilansir pikiran-rakyat.com, Ketua KPU Bandung Barat Iin Nurdin mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan lelang untuk APK dan ABK. Karena berdasarkan data yang terdapat di Layanan Pengadaan Secara Elektronik, nilau untuk paket APK dan ABK tersebut sebesar 5,2 miliar rupiah.

Untuk saat ini KPU Bandung Barat masih dalam tahap pelelangan. Berharap dalam waktu dekat akan segera mendapatkan pemenang untuk lelang tersebut.

Baca Juga : Dukungan Artis Masuk Biaya Kampanye Pilwalkot Bandung

Meski KPU Bandung Barat belum mendistribusikan alat peraga dan alat bahan kampanye. Sejak 15 Februari lalu setiap paslon sudah dapat memasang APK/ABK yang diproduksi sendiri. Dengan mematuhi peraturan yang sudah ditentukan jumlahnya sebanyak maksimal 5 baligo.

Umbul-umbul untuk di setiap desa sebanyak 10 buah untuk setiap pasangan. Sementara itu spanduk sejumlah 2 untuk perdesa. Untuk bahan kampanye maksimal jumlah sebanyak kepala keluarga di Bandung Barat 551.000 untuk setiap jenisnya.

Dana Kampanye Pilbup Bandung Barat

pilbup bandung barat

Sumber: pikiran-rakyat.com

Setiap pasangan calon Pilbup Bandung Barat saat ini sudah menyerahkan rekening dan laporan awal dana kampanye. Jumlah setiap calon berbeda-beda.

Untuk pasangan calon Pilbub Emas (Elin Suharliah-Maman Sulaeman Sunjaya) Rp 500 juta. Kado (Doddy Imron Cholid-Pupu Sari Rohayati) Rp 70 juta. Akur (Aa Umbara Sutisna-Hengky Kurniawan) Rp 15 juta.

Pada H+14 masa kampanye para pasangan calon diharapkan harus menyerahkan kembali laporan dana kampanye.

 

Continue Reading

CITY NEWS

Pembangunan LRT Metro Kapsul Kota Bandung Akan Dimulai

mm

Published

on

Proyek LRT Metro Kapsul Kota Bandung telah resmi dicanangkan mulai Senin, 12 Februari 2018. Pembangunan LRT ini memiliki nilai investasi Rp 1,38 triliun bekerja sama dengan Pemerintah Badan Usaha (KPBU) akan menjadi pionir sistem transportasi berbasis kereta ringan (LRT) di kota Bandung.

Pembiayaan investasi proyek ini 100% dari PT PP (Persero) Tbk. Sedangkan pemerintah kota Bandung menyediakan lahan melalui asset PD Pasar Kota Bandung. Sehingga trase koridor III ini akan terhubung melalui titik pasar yang dilalui Metro Kapsul Bandung.

Pasar yang akan dilalui oleh LRT Metro Kapsul Kota Bandung ini yaitu Pasar Baru, ITC Kebon Kalapa, Pasar Ancol, Pasar Palasari, dan Pasar Kosambi.

LRT Metro Kapsul Kota Bandung

Baca Juga : Dukungan Artis Masuk Biaya Kampanye Pilwalkot Bandung

Seperti yang dilansir pikiran-rakyat.com, Wali Kota Bandung yaitu Ridwan Kamil menyatakan bahwa pembangunana ini mimpi yang panjang setelah empat tahun dan sekarang dapat kita mulai. Ternyata bisa tanpa mengandalkan APBN. Biayanya sepertiga dari LRT Jabodetabek atau LRT yang sekarang ada di Palembang yaitu Rp 150 miliar per kilometer. Dengan panjang koridor III 8,5 kilometer, investasinya hanya Rp 1,4 triliun.

LRT Metro Kapsul Kota Bandung Teknologi Jepang

Untuk teknologi yang digunakan oleh LRT ini menurut Direktur PT PP (Persero) Tbk yaitu Lukman Hidayat menjelaskan bahwa komponen Metro Kapsul Bandung dijamin 98% kandungan lokal. Kereta ringan ini dirancang berjalan tanpa pengemudi. Tiketnya diperkirakan sekitar Rp 6.000.

Sedangkan untuk jarak tempuh untuk satu perjalanan penuh koridor III sekitar 15-20 menit, dengan kecepatan 40-80 km/jam. Selain itu teknologi strukturnya mneggunakan antigempa dari Jepang. Teknologi Jepang ini membuat tiang pancang bisa dikerjakan lebih cepat.

Continue Reading

CITY NEWS

Perbaikan Trotoar di Bandung Molor, Pemkot Siapkan Sanksi Bagi Kontraktor

mm

Published

on

By

Perbaikan Trotoar di Bandung

Memasuki bulan Februari, beberapa pengerjaan perbaikan trotoar di Bandung tak kunjung tuntas. Seyogiyanya, proyek perbaikan tersebut selesai pada 30 Desember silam. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Arif Prasetya mengakui adanya keterlambatan dalam perencanaan proyek trotoar 2017.

Selain itu, gagal lelang pun turut berimbas pada belum selesainya pekerjaan meski target waktu sudah terlampaui. Hal tersebut dikatakan Arif, saat on air di PRFM, dilansir PRFMNews.com, Senin (05/02/2018).

“Ada kesalahan kita juga pada saat tahun kemarin perencanaan DED Engineering dalam 1 tahun selesai pada pertengahan (tahun) sehingga pas dilelangkan juga terjadi beberapa gagal lelang, molor juga waktunya. Selain itu cuaca juga yang tidak memungkinkan melakukan pekerjaan,” paparnya.

Dengan proyek perbaikan trotoar di Bandung yang belum selesai, DPU Kota Bandung memberikan kelonggaran waktu sebanyak 50 hari. Apabila sampai tenggat waktu yang ditentukan belum juga selesai, DPU akan memberikan sanksi kepada pihak kontraktor. Sanksi tersebut berupa blacklist dua tahun tidak bisa berkegiatan di Kota Bandung.

“Untuk kualitas terus disempurnakan, brangkal (sisa material bangunan) banyak yang dikeluhkan, kami mohon maaf kepada warga Kota Bandung. Kita pun sudah menyampaikan beberapa kali untuk pelaksana brangkalnya tidak disimpan pinggir jalan,” tambahnya.

Baca Juga: Reklame di Kawasan Kota Tua Bandung, Emil: Gayanya Harus Art Deco!

Masyarakat mengeluh

Beberapa perbaikan trotoar di Bandung yang belum usai membuat kondisi jalan menghawatirkan. Di Jalan Siliwangi, dilansir Pikiran-Rakyat.com, gundukan pasir dibiarkan teronggok di bahu jalan. Tidak ada tanda peringatan terpasang bagi para pengguna kendaraan dari arah Ciumbuleuit.

Tak ayal, kondisi tersebut membuat warga mulai mengeluh akan keselamatan pengguna jalan. Selain timbunan material, warga juga mengeluhkan lubang-lubang yang dibiarkan menganga di beberapa trotoar, termasuk trotoar Jalan Tamansari.

”Saya tidak tahu apa yang terjadi sehingga pekerjaan perbaikan trotoar berlangsung terlalu lama. Yang jelas, semakin lama pekerjaan, semakin lama gangguan yang harus dirasakan warga. Apalagi jika faktor keselamatan diabaikan,” kata Santi (42), salah seorang warga yang ditemui di Teras Cihampelas, dilansir Pikiran-Rakyat.com, Sabtu (3/02/2018).

Seingat Santi, pekerjaan trotoar yang bermasalah bukan hanya terjadi tahun ini. Sudah beberapa kali proyek serupa molor dituntaskan. Selain mengganggu warga, ia juga mengkhawatirkan kualitas proyek yang dikerjakan kareba diburu waktu.

Armi (32), warga lainnya juga menyatakan kekecewaannya atas proyek-proyek yang tidak tuntas sesuai target waktu. Menurut dia, pemerintah harus mengambil tindakan tegas bagi para kontraktor yang terbukti tidak cukup cakap bekerja.

”Harus ada tindakan tegas dari pemerintah. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang. Kalau pekerjaan nanti bermutu rendah, trotoar cepat rusak. Lalu akan ada lagi proyek serupa. Ini kan pemborosan APBD,” ujarnya.

Baca Juga: Taman Regol : Pusat Rekreasi Bandung Selatan

Continue Reading

Trending